Senin, 28 Februari 2011

Perekonomian Indonesia (indeks pembangunan ekonomi )


PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

1.       PEMBANGUNAN INDONESIA
Kiranya  tak salah apabila dikatakan bahwa dari Garis-garis Besar Haluan Negara, Ketetapan MPR No. IV/MPR/1978 dari rencana-rencana Pembangunan Lima Tahun II dan III, dan dari pelaksanaanya jelas bahwa pembangunan di tanah air kita bersifat menyeluruh.

2.       Sifat dan Hakekat  Pembangunan Nasional
Hakekat “Pembangunan Nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia” (GBHN dan tap-tap MPR, Bab II, B).

3.       Peranan Pembangunan Ekonomi
Pada dasarnya pembangunan ekonomi tidak lain adalah rangkaina usaha yang dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan rakyat nyata. Yang dimaksud dengan pendapatan nyata itu ialah pendapatan dalam bentuk barang dan jasa. Dalam kehidupan nyata perputaran barang dan jasa terjadi dengan jalan dijula dan di beli. Jual-beli itu terjadi dengan uang, dengan demikian uang menjadi daya beli. Semakin tinggi pendapatan nyata bangsa kita akan semkain tinggi pula daya beli rakyat.
Bagaimana peranan peningkatan pendapatan nyata atau daya beli bangsa dalam pembangunan yang menyeluruh? Pertama-tama, peningkatan pendapatan nyata seseorang berati peningkatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya akan barang dan jasa. Selanjutnya, dengan adanya peningkatan pendapatan nyata rakyat, maka bagian dari pendapatan nyata atau daya beli rakyat yang dapat disedot oleh pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat  untuk mengadakan pembangunan, baik dari sektor ekonomi maupun di sektor bukan ekonomi juga meningkat. Tanpa adanya daya beli atau dana yang dapat disedot  (penyedotan oleh pemerintah dalam wujud pajak sedangkan oleh lembaga-lembaga  dalam bentuk penyedotan tabungan oleh bank),  bangsa kita tidak akan dapat melaksanakan pembangunan dibidang apapun juga, baik di bidang ekonomi maupun bukan ekonomi.
Apa yang dikemukakan di atas menunjukan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi, disamping membantu meningkatkan penghidupan secara langsung, juga merupakan syarat untuk dapat terlaksananya kegiatan pembangunan dibidang yang lain. Mungkin sekali karena kesadaranya mengenai kenyataan itu, maka walaupun sadar bahwa yang diperlukan oleh bangsa Indonesia adalah pembangunan yang menyeluruh, para wakil rakyat yang duduk di Majelis Permusyawaratan Rakyat  menyepakati perumusan yang berbunyi.

“…….Sedangkan titik berat  dalam pembangunan Jangka Panjang adalah pembangunan ekonomi dengan sasaran utama untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan bidang industry, serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat, yang berati bahwa sebagian besar dari usaha pembangunan di arahkan  kepada pembangunan ekonomi, sedangkan pembangunan di bidang-bidang lainya bersifat  menunjang dan melangkapi bidang ekonomi ….”  
                Pembangunan di luar bidang ekonomi tersebut dilaksanakan seirama dan serasi dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam bidang ekonomi”. (GBHN dan Tap-tap MPR. Bab III.B.3)”
Kesadaran mengenai betapa besar peranan pembangunan ekonomi dalam pembnagunan nasional sebagai keseluruhan sebagaimana diutarakan di atas nyata sekali dari rumusan yang berbunyi :
                “Sedangkan sebaliknya dengan peningkatan hasil-hasil dalam bidang ekonomi, maka tersedialah sumber-sumber pembangunan yang lebih luas bagi peningkatan pembangunan di bidang-bidang sosila budaya, politik dan Pertahanan  Keamanan Nasional” .(GBHN dan Tap-tap MPR. Bab III.B.3).


Sumber :  Pembangunan Ekonomi Indonesia (  Sumitro Djojohadikusumo )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar